Abstract :
Latar Belakang: Pada lansia pesisir umumnya merasa nyaman tidur di pasir
dimana berdasarkan hasil analisis yang dikaji melalui emik tidur di pasir dapat
membantu memberi kenyamanan ( Regnani, 2014).Seperti kebiasaan unik "tidur
di pasir" dalam kehidupan masyarakat kampung Pesisir desa Legung Timur,
Legung Barat, dan Dapenda Kec. Batang-Batang, Kab. Sumenep. Tujuan:
Menjelaskan tradisi tidur di pasir berbasis transcultural nursing berdasarkan pola
baru sesuai budaya tidur beralaskan pasir Metode: Metode yang digunakan adalah
Jenis penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomologi. Fenomologi merupakan suatu pendekatan riset dan suatu filosofi
eropa yang di perkenalkan pertama kali paa awal abad ke-20 oleh Edmund
Husserl tepatnya pada tahun 1859-1938. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa hasil wawancara mendalam dengan informan lansia sebagian dari mereka
tidak mengatahui sejarah tidur di pasir secara detail, namun hanya tahu saja.
Saran: Dari hasil penelitian yang diharapkan perawat dapat memperbaiki
pelayanan kesehatan terutama untuk semoga dapat memberikan pendidikan
kesehatan kepada lansia .
Kata Kunci: Lansia, Transcultural nursing, Tradisi tidur di pasir