Abstract :
Kebiasaan unik yang masih di pertahankan dan dilaksanakan masyarakat
desa legung timur adalah tradisi warisan leluhur yang tidak lazim dalam
kehidupan masyarakat umum, yaitu melakukan segala aktifitas di atas hamparan
pasir. Kebiasaan unik masyarakat legung timur telah berlangsung sejak dulu turun
temurun sehingga menjadi budaya, aktivitas sehari-hari selalu berhubungan degan
pasir, mulai dari tidur dikasur pasir, duduk dan bercengkrama dengan keluarga di
pasir, hingga melahirkan di pasir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
tradisi tidur di pasir berbasis transcultural nursing berdasarkan pemeliharaan
budaya pada lansia pesisir.
Desain yang digunakan kualitatatif dengan pendekatan fenomologi. Tempat
penelitian ini di desa legung timur kecamatan batang-batang sumenep, melibatkan
9 responden. Dengan menggunakan teknik sampling snowball, terdiri dari satu
informan kunci dan 9 orang informan utama dengan wawancara mendalam dan
observasi langsung, analisis data kualitatif dengan melakukan transkip data, axial
coding, selective coding.
Hasil penilitian tidak ada bukti tertulis sejak kapan tradisi ini mulai
dilakukan oleh masyarakat pesisir pantai mereka mengaku sudah berjalan sejak
lama sekali. Bahkan mereka mengatakan ada sejak nenek moyang mereka dulu.
Masyarakat mengatakan bahwa tidur di pasir memiliki banyak manfaat yaitu
menghilangkan rasa pegal-pegal, dan membuat nyaman pada tubuh.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa tradisi tidur di pasir ini merupakan
tradisi warga legung yang sudah ada sejak zaman dulu dan hingga saat ini masih
dilakukan yakni di desa legung timur. Tidur di pasir juga dipercayai oleh
masyarakat legung timur memiliki berbagai macam manfaat, yaitu menghilangkan
rasa pegal-pegal, memberikan rasa nyaman dengan melakukan tidur di pasir ini
juga memberikan efek yang baik bagi tubuh kita. Adapun upaya dalam
mempertahankan atau melestarikan tradisi tidur di pasir ini tetap ada yakni dengan
cara mengajarkan tradisi tidur di pasir kepada anak cucunya, membuat kasur
dirumah dan tetap tidur dipasir sampai kapanpun.
Kata kunci : tradisi tidur di pasir , transcultural nursing, pemeliharaan budaya.