Abstract :
Pada wilayah kabupaten sumenep, beberapa kecamatan telah dilaksanakan
pula kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu yang salah satunya
dilakukan oleh beberapa petani di Desa Sindir, Kecamatan Lenteng. Walaupun
hingga kini telah cukup banyak petani yang telah mengikuti PPHT, dan telah
banyak pula petani pemandu PPHT dihasilkan, namun demikian tampaknya
secara kualitatif maupun kuantitatif masih jauh dari sasarannya. Oleh karena itu,
perlu dikaji beberapa faktor, khususnya aspek sosial ekonomi yang dapat
mendukung optimalisasi penerapan teknologi PHT tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pendapatan usahatani Di
Desa Sindir Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.
Untuk mengetahui pelaksanaan PHT di Desa Sindir Kecamatan lenteng
Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja yaitu
Di Desa Sindir Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep dengan
mempertimbangkan bahwa Di Desa Sindir merupakan salah satu desa di
Kecamatan yang menjadi sentra Pelatihan Penerapan Pengendalian Hama
Terpadu (PPHT), pengambilan sampel menggunakan metode Random Sampling
dan metode analisis yang digunakan adalah alat analisis Pendapatan, Efisiensi dan
Uji Beda t.
Hasil analisis Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Kecamatan
Lenteng Kabupaten Sumenep dengan hasil pendapatan antara petani Alumni
(PPHT) sebesar Rp 191.711.333,33 dan petani Non Alumni (PPHT) sebesar Rp
145.936.666,7 efisien dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,6 dan 1,4. Selain itu, hasil
analisis perbandingan efisiensi Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT)
Padi yang mengikuti Pelatihan PPHT (Petani Alumni) lebih efisien dibandingkan
Petani Non Alumni (PPHT).
Kata kunci: Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT), Pendapatan,
Efisiensi, Uji Beda t