Abstract :
Salah satu komoditas hasil perikanan yang dapat diolah menjadi suatu
produk olahan adalah rajungan. Berbagai inovasi bermunculan dalam pengolahan
rajungan. Maka dari itu, dengan daya simpan yang relatif sebentar, rajungan
tersebut dapat diolah menjadi suatu produk yang dapat meningkatkan pendapatan
dan nilai tambah dari komoditas tersebut. salah sutu industri pengolahan rajungan
menjadi produk atau camila adalah UD Diana. Rajungan diolah atau diproduksi
menjadi stick (karica) rajungan. UD Diana tidak mempunyai manajemen yang
baik dalam proses produksi, belum menerapkan perhitungan atau pembukuan
yang rinci tentang pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh oleh usaha
tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pendapatan yang diperoleh
oleh UD Diana. (2) menganalisis nilai tambah yang diperoleh oleh UD Diana.
Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan sengaja di UD Diana Desa
Kertasada Kabupaten Sumenep dengan pertimbangan UD Diana adalah salah satu
UD yang memproduksi stick (karica) rajungan. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis pendapatan, efisiensi dan nilai tambah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha stick (karica) rajungan
memperoleh Besar pendapatan yang diperoleh produsen stick (karica) rajungan
sebesar Rp 6.356.703. Usaha industri stick (karica) rajungan UD Diana
mempunyai nilai efesiensi lebih dari 1 yaitu sebesar 1,53 atau dibulatkan menjadi
1,5. Hal ini yang berarti R/C > 1 berarti usaha yang dijalankan sudah efisien, Dan
Besarnya nilai tambah dari produk stick (karica) rajungan adalah sebesar Rp
87.478/Kg dengan rasio nilai tambah 43,91% dari nilai produksi. Jadi apabila
membuat stick karica rajungan 92 Kg bahan baku rajungan maka akan diperoleh
nilai tambah sebesar Rp 87.478/Kg. Imbalan tenaga kerja stick (karica) rajungan
sebesar Rp 43.909 atau 50,19% dari nilai tambah.
Kata kunci: Rajungan, pendapatan, efisiensi dan nilai tambah.