Abstract :
Gula siwalan salah satu produk yang bisa mengubah kecanduan pada produk impor gula.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kriteria kebutuhan pasar, strategi pengembangan
pada produk gula siwalan di Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan
secara sengaja, dengan pertimbangan Pasar Anom dan Pasar Bangkal terdapat banyak
pedagang produk gula siwalan. Pengambilan sampel dengan teori Roscoe, menggunakan
150 responden. Metode analisis yang digunakan deskrtiptif kualitatif dan Force Field
Analysis (FFA). Hasil analisis menunjukkan kriteria kebutuhan pasar terhadap atribut
produk gula siwalan yaitu bentuk, tekstur, warna, rasa, ukuran, dan kemasan dianggap
penting oleh responden. Dalam mengembangkan produk terdapat faktor penghambat:
kondisi cuaca yang mempengaruhi produk, tenaga kerja sedikit, modal sedikit, teknologi
sederhana, dan dukungan pemerintah. Dan faktor pendorong: adanya home industri, bahan
baku tersedia, kekhasan produk, dapat bersaing dipasaran, dan daya tarik wilayah.
Mengembangkan produk gula siwalan menggunakan strategi pemasaran massal karena
lowtech, dimana produk gula siwalan dibuat dan dipasarkan secara massal. Satu-satunya
pembeda produk antar home industri dengan melalui brand home industri yang
bersangkutan.
Kata Kunci : gula siwalan, deskriptif kualitatif, Force Field Analysis (FFA).