Abstract :
Abu terbang (fly ash) merupakan sisa pembakaran limbah batu bara
industri yang jumlahnya terakumulasi terus menerus setiap hari dalam jumlah
sangat banyak sepanjang industri tersebut berjalan. Tidak jarang pekerjaan
kontruksi jalan menggunakan material dari luar daerah. Perkembangan
penggunaan jalan semakin banyak, khususnya perkerasan jalan menggunakan
paving block, namun kebanyakan para pemilik proyek kontruksi menggunakan
paving block dari luar daerah karena pertimbangan kualitas yang lebih baik.
Penelitiian ini bertujuan agar mengetahui pengaruh penambahan variasi campuran
abu terbang (fly ash) pada paving block ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan
air.
Metode penelitian ini menggunakan metode experimental dengan
rancangan penelitian 6 perlakuan. Komposisi agregat yang digunakan 1Pc : 4 Ps
dengan penambahan abu terbang (fly ash) dari variasi campuran 0%, 10%, 20%,
30%, 40%, 50% dari berat semen tersebut dan campuran 0,50% limbah botol
plastik. Jumlah sampel disetiap perlakuan sebanyak 5 buah untuk uji tekan, 3 buah
untuk uji penyerapan air dan 2 buah benda uji sebagai cadangan. Data hasil
penelitian dianalisis untuk mengetahui kuat tekan maksimum dan penyerapan air
minimum berada pada penambahan abu terbang (fly ash) yang keberapa persen.
Teknik analisa menggunakan regresi linier yang dianalisis dengan bantuan
softwere SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan abu terbang (fly
ash) mempuyai pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan penyerapan air.
Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan rata-rata maksimal sebesar 17,49 Mpa
diperoleh oleh variasi abu terbang (fly ash) 10%, berdasarkan SNI-03-0691-1996
tergolong mutu B. Penyerapan air rata-rata minimum sebesar 7,26% yang
diperoleh oleh variasi abu terbang (fly ash) 20%, berdasarkan SNI-03-0691-1996
tergolong mutu C.
Kata Kunci : Variasi penambahan abu terbang (fly ash), kuat tekan, daya serap
air.