Abstract :
Upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan air di jaringan irigasi
dengan membangun dan menormalisasikan sarana dan prasarana yang dapat
meningkatkan ketersediaan air. Pembangunan bangunan air berupa bendungan,
bendung, dan jaringan irigasi merupakan satu kesatuan sistem dimana apabila
salah satu bangungan tidak berfungsi maka pasokan air terhadap lahan pertanian
akan berkurang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bendung Banjeru dalam
aliran di daerah irigasi serta untuk mengetahui efisiensi di jaringan irigasi
bendung Banjeru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Pendekatan deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan suatu gejala,
peristiwa, dan kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis, dan akurat.
Berdasarkan Analisa maka diperoleh hasil kinerja fisik jaringan irigasi
bendung Banjeru yaitu 93,48%. Efisiensi di jaringan irigasi berdasarkan pola
tanam. Periode I efisiensi pada bulan Januari yaitu 78,30%, Periode II efisiensi
pada bulan Januari dan Februari yaitu 82,10%, Periode III efisiensi pada bulan
Februari sebesar 82,10%.
Kata Kunci : Ketersediaan air, Bendung, Kinerja dan Efisiensi