Abstract :
Konstruksi merupakan salah satu bagian dari proses pembangunan yang
sangat penting. Kebutuhan akan infrastruktur semakin hari semakin meningkat,
akan tetapi industri konstruksi ini sering kali menjadi penyebab utama pada
masalah lingkungan. Seringkali industri konstruksi bertentangan dengan
kelestarian alam dan ketersediaan sumber daya. Oleh karena itu dibutuhkan
suatu konsep pemikiran yang jauh lebih luas, yang tidak hanya memikirkan
kebutuhan saat ini akan tetapi juga memperhitungkan kebutuhan yang terjadi
pada generasi mendatang, konsep ini disebut dengan pembangunan
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang
menjadi kendala paling dominan dalam penerapan konstruksi berkelanjutan
pada proyek konstruksi gedung. Penelitian ini dilakukan dengan cara
penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada orang-orang yang terlibat dalam
proyek konstruksi dari pihak kontraktor dan pemilik proyek untuk mengisi
kuesioner penelitian. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan
bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 20.
teknik analisis data menggunakan uji validitas, reliabiliitas dan menggunakan
sistem ranking dari skor tertinggi sampai yang terendah pada setiap faktor.
Hasil daria nalisa deskriptif terhadap sampel yang ada, menunjukkan bahwa
terdapat 3 variabel terpenting yang menghambat penerapan Konstruksi
Berkelanjutan di antaranya yaitu: Pemisahan biaya antara biaya awal
konstruksi dengan biaya operasional, Diperlukan waktu lebih lama selama
proses pra-konstruksi dan Ketersediaan bahan dan peralatan untuk konstruksi
berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk menambah
pengetahuan mengenai permasalahan utama yang menghambat pelaksanaan
konsep Konstruksi Berkelanjutan.
Kata Kunci : Konstruksi Berkelanjutan , faktor penghambat konstruksi
berkelanjutan, konsep konstruksi berkelanjutan