Abstract :
Introduksi : Gaya hidup masyarakat berubah secara signifikan, salah satu
perubahan gaya hidup yang terjadi adalah perubahan dengan mengkonsumsi
makanan tinggi lemak, sedangkan hiperlipid merupakan salah satu faktor risiko
yang berperan dalam patogenesis penyakit kardiovaskuler yang salah satu
diantaranya adalah gagal jantung. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ada
hubungan pola makan tidak sehat dengan kejadian gagal jantung. Metode :
metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan case
control dengan populasi sebanyak 42 responden dengan sampel sebanyak 38
pasien gagal jantung di ruang CVCU RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo
Pamekasan dengan menggunakan Probability Sampling-Simple Random
Sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus
sebagin besar (63,16%) responden dengan hasil cukup yaitu 12 responden
mengalami gagal jantung dan hampir setengahnya (36,84%) yaitu 7 responden
dengan pola makan yang kurang juga mengalami gagal jantung, sedangkan pada
kelompok control didapatkan seluruh responden (100%) yaitu 19 responden hasil
cukup dan tidak satupun (0%) responden dengan pola makan kurang tidak
mengalami gagal jantung. Kesimpulan dan saran : sebagian besar responden
memiliki pola makan yang cukup dan ada hubungan pola makan tidak sehat
dengan kejadian gagal jantung, saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti lebih
banyak faktor resiko gagal jantung, untuk pasien agar lebih menjaga pola makan
yang sehat dengan mengurangi makanan berlemak dan meningkatkan asupan
makanan berserat, dan bagi pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan upaya
promosi kesehatan.
Kata Kunci : Penyakit gagal jantung, pola makan tidak sehat