Abstract :
Keberadaan sektor pariwisata yang kerap kali menjadi salah satu sumber
peningkatan ekonomi masyarakat, daerah maupun negara, perlu dikelola dengan
baik dan maksimal. Utamanya pada masa Pandemi Covid-19 yang memunculkan
banyak kebijakan pembatasan aktivitas manusia, seperti kegiatan kepariwisataan
yang mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisata dan pendapatan asli
daerah dari sektor pariwisata, seperti salah satunya di Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui implementasi program Cleanliness, Health, Safety, &
Environmental Sustainability (CHSE) yang merupakan program inovatif dari
Kemenparekraf RI dalam rangka pemulihan sektor pariwisata di masa Pandemi
Covid-19 yakni pada destinasi wisata di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data
yang diperoleh, implementasi CHSE pada destinasi wisata yang ada di Kabupaten
Sumenep mulai gencar dilaksanakan baik pada destinasi yang dikelola Pemerintah
Kabupaten Sumenep maupun swasta, seperti di Pantai Lombang dan Goa Soekarno.
Penerapan program CHSE tersebut berdasarkan pada indikator-indikator yang ada.
Indikator cleanliness (kebersihan) yang telah diterapkan di Pantai Lombang dan
Goa Soekarno seperti tersedianya sarana cuci tangan, tempat sampah yang cukup
memadai, serta pembersihan dan kelengkapan toilet bersih. Indikator health
(kesehatan) yang telah diterapkan seperti tersedianya termogan untuk cek suhu serta
beberapa imbauan secara lisan maupun tulisan bagi para petugas maupun
pengunjung untuk taat protokol kesehatan selama berada di lingkungan wisata.
Indikator safety (keselamatan) untuk sementara hanya menerapkan ketersediaan
titik kumpul dan jalur evakuasi serta media dan mekanisme komunikasi
penanganan kondisi. Indikator environmental sustainability (kelestarian
lingkungan) juga masih belum maksimal diterapkan sebab pengelolaan sampah
masih dilakukan dengan cara membakar baik di Pantai Lombang maupun Goa
Soekarno, namun dalam mempertahankan lingkungan yang asri dan nyaman telah
diterapkan dengan baik termasuk adanya pemanfaatan air dan sumber energi secara
efisien, serta pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan SOP CHSE.
Kata kunci: Pariwisata, Covid-19, CHSE