Abstract :
Permasalahan di Desa Pinggir Papas salah satunya adalah kebersihan lingkungan.
Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya lingkungan
hidup menyebabkan berbagai masalah, salah satunya lingkungan menjadi kumuh.
Tujuan dalam penelitan ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan
partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K-
3) di Desa Pinggir Papas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan uji validitas
internal, uji validitas external, uji reliabilitas dan uji obyektivitas. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini teori yang dikemukakan oleh Dusseldrop dalam (Enni
Karnawati, 2014) dalam kesukarelaan partisipasi masyarakat, yaitu partisipasi
spontan, partisipasi terinduksi, partisipasi tertekan oleh kebiasaan, partisipasi tertekan
oleh alasan sosial ekonomi dan partisipasi tertekan oleh peraturan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Partisipasi spontan, dalam pelaksanaannya Kepala Desa Pinggir
Papas telah melakukan berbagai upaya seperti melakukan sosialisasi dan membuat
program kebersihan. Partisipasi terinduksi, dalam pelaksanaannya Kepala Desa
Pinggir Papas melakukan kerja sama dengan aparatur desa beserta lembaga
masyarakat seperti Karang Taruna. Partisipasi tertekan oleh kebiasaan, dalam
pelaksanaannya upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan masih kurang.
Partisipasi tertekan oleh sosial-ekonomi, dalam pelaksanaanya aparatur desa telah
menunjuk salah satu orang petugas untuk membersihkan tumpukan sampah yang
dibayar melalui APBDes. Partisipasi tertekan oleh peraturan, dalam pelaksanaannya
kepala desa belum membuat dan menetapkan peraturan yang mengikat masyarakat
untuk ikut serta dalam pelaksanaan program K-3.
Kata kunci: kesadaran, partisipasi, kebersihan, keindahan, ketertiban