Abstract :
Kelompok tani merupakan sarana dan wadah bagi masyarakat petani di Desa
Kalimo?ok dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas serta kuantitas
dibidang pertanian. Salah satu kelompok tani di Desa Kalimo?ok adalah kelompok
tani Benteng Jaya yang menghadapi permasalahan pupuk subsidi. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana peneliti mampu
mendeskripsikan setiap data yang diperoleh dari informan yang sesuai dengan
topik pembahasan. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan beberapa
tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini teori pengembangan organisasi yang dikemukakan
oleh Gibson dalam Duha (2018:304) yaitu metode pengembangan struktur,
metode pengembangan keterampilan dan sikap, dan metode pengembangan
perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, metode pengembangan
struktur yang dilakukan kelompok tani Benteng Jaya cukup baik hal ini
dibuktikan adanya proses musyawarah yang dilakukan dalam perubahan
kepengurusan. Kedua, metode pengembangan keterampilan dan sikap
menunujukkan bahwa kelompok tani Benteng Jaya ikut serta dalam kegiatan
pelatihan yang diselenggarakan oleh Penyuluh Pertanian bersama dengan ketua
Gapoktan. Ketiga, metode pengembangan perilaku menunjukkan bahwa
kelompok tani Benteng Jaya telah mengikuti pelatihan kepemimpinan pada setiap
pertemuan rutin di Gapoktan oleh Penyuluh Pertanian Lapang, pelatihan tersebut
lebih mengarah kepada kegiatan yang berisi pelatihan dan pembinaan semua
kelompok tani di Desa Kalimo?ok. Pengembangan perilaku juga dilakukan oleh
ketua kelompok tani dan ketua Gapoktan, disisi lain kelompok tani Benteng Jaya
mempunyai program khusus yaitu simpan pinjam, kegiatan tersebut tentunya akan
meningkatkan serta menjaga komunikasi antar setiap anggota sehingga kelompok
tani tetap harmonis dan sejahtera.
Kata Kunci : pengembangan organisasi, kelompok tani, dan kemandirian.