Abstract :
Permasalahan yang dialami oleh siswa kelas VII-B SMPN 4 Sumenep yaitu
minimnya bahan ajar yang dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir
kritis serta dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa selama pembelajaran daring.
Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui kriteria validasi E-modul IPA
berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan; 2) untuk mengetahui respon
siswa terhadap E-modul IPA berbasis pendekatan kontekstual yang
dikembangkan;. 3) untuk mengetahui respon guru terhadap E-modul IPA berbasis
pendekatan kontekstual yang dikembangkan; dan 4) untuk mengetahui keefektifan
penggunaan E-modul IPA berbasis pendekatan kontekstual untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa. Subyek penelitian ini adalah guru IPA dan siswa
kelas VII-B SMPN 4 Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan research
and development dan model pengembangan 4D oleh (Thiagarajan, 1974). Teknik
analisis data yang digunakan yaitu persentase untuk validasi produk dan respon
serta N-gain untuk efektifitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)
validasi E-modul IPA berbasis pendekatan kontekstual memperoleh persentase
nilai pencapaian 91,92% yang termasuk dalam kriteria validasi sangat tinggi
dengan keterangan valid untuk diujicoba; 2) E-modul IPA berbasis pendekatan
kontekstual memperoleh persentase nilai respon 93,81% dengan kriteria
penafsiran respon sangat kuat, sehingga E-modul yang dikembangkan baik dan
layak untuk dijadikan sebagai bahan ajar penunjang bagi siswa. 3) E-modul IPA
berbasis pendekatan kontekstual memperoleh persentase nilai respon 92,71%
dengan kriteria penafsiran respon sangat kuat, sehingga E-modul yang
dikembangkan baik dan layak untuk dijadikan sebagai bahan ajar penunjang bagi
siswa; 4) efektifitas E-modul IPA berbasis pendekatan kontekstual termasuk
dalam kategori cukup efektif dengan perolehan persentase rata-rata nilai N-gain
58,68%.
Kata Kunci: Bahan Ajar Mandiri, E-modul, Pendekatan Kontekstual,
Kemampuan Berpikir Kritis