Abstract :
Diagnosis kesulitan belajar IPA perlu dilakukan untuk memetakan jenis
kesulitan belajar apa saja yang dialami oleh peserta didik pada mata pelajaran
IPA. Nilai akhir dari suatu tes sering diartikan sebagai indikator tingkat
kemampuan siswa. Pemberian skor yang sama pada butir soal dengan tingkat
kesulitan yang berbeda merupakan kelemahan dari teori tes klasik, sehingga
penilaian ini dianggap tidak mampu memberikan hasil yang adil terhadap
kemampuan siswa. Analisis model Rasch akan mengatasi kelemahan ini.
Analisis model Rasch dapat mengukur kualitas instrumen dan kemampuan
peserta didik secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kualitas instrumen tes diagnosis kesulitan belajar IPA dan untuk mengetahui
kesulitan belajar apa saja yang dialami oleh peserta didik SMPN 3 Sumenep
menggunakan model Rasch. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa SMPN 3
Sumenep yang terdiri dari kelas VII, VIII dan IX. Teknik analisis data
menggunakan Model Rasch dengan software Ministeps. Hasil analisis
menunjukkan kualitas instrumen tes diagnosis kesulitan belajar IPA dinyatakan
sangat baik berdasarkan aspek tingkat kesesuaian butir soal, tingkat kesukaran,
dan reliabilitas. Ada empat butir soal uraian yang ditemukan bias, kebanyakan
siswa kelas IX tidak dapat mengerjakan butir soal tersebut. Kesulitan belajar IPA
yang terjadi di SMPN 3 Sumenepp hampir terjadi di semua aspek terutama pada
aspek memprediksi, mengontrol variabel, berkomunikasi, menyimpulkan,
menginterpretasi data dan grafik, serta mengklasifikasi.
Kata kunci: Kesulitan Belajar IPA, SMPN 3 Sumenep, Model Rasch, Ministeps