Abstract :
Seiring dengan banyaknya jenis-jenis roti yang bermunculan sekarang, yang
salah satunya yaitu roti tawar. Perusahaan dituntut agar membuat produk roti yang
dapat memenuhi keinginan masyarakat. Karena kita tahu roti merupakan
makanan yang dapat dikonsumsi kapan saja (pagi, siang, maupun malam), dan
juga dapat dikonsumsi dikalangan, termasuk mahasiswa. Dengan kemasan yang
praktis, dan tahan lama, sering kali masyarakat termasuk mahasiswa memilih roti
sebagai bekal untuk kegiatannya dari pada nasi.
Berdasarkan analisis data hasil uji t di atas, variabel diferensiasi produk
memiliki nilai t hitung sebesar 2,416 dan nilai signifikan sebesar 0,018. Ketentuan
pengambilan keputusan hipotesis diterima atau ditolak didasarkan pada besarnya
nilai signifikan. Berdasarkan analisis data hasil uji t di atas, variabel diferensiasi
produk memiliki nilai t hitung sebesar 5,947 dan nilai signifikan sebesar 0,001.
Ketentuan pengambilan keputusan hipotesis diterima atau ditolak didasarkan pada
besarnya nilai signifikansi. Berdasarkan analisis data hasil uji t di atas, variabel
Brand Image memiliki nilai t hitung sebesar 2,324 dan nilai signifikan sebesar
0,023. Ketentuan pengambilan keputusan hipotesis diterima atau ditolak
didasarkan pada besarnya nilai signifikansi. Jika signifikansi lebih kecil atau sama
dengan 0,05 (? 0,05) maka hipotesis diterima. di Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 dan
signifikan pada 0,05. Artinya Variasi Produk, Lokasi dan Brand Image
berpengaruh secara simultan terhadap Niat Beli Ulang.
Kata Kunci : Variasi Produk, Lokasi, Brand Image dan Niat Beli Ulang