Abstract :
Ekspansi populasi yang kritis dan perubahan desain pemanfaatan individu
secara tidak langsung meningkatkan volume, jenis, dan karakteristik sampah, jauh
lebih berbeda. Kehidupan rumahan juga menghasilkan sampah. Informasi dari BPS
tahun 2022, jumlah penduduk di desa Kebundadap Timur sebanyak 3.060 orang.
Banyak orang di sana masih belum siap untuk mengelola sampah dengan benar.
Penduduk suka membuang sampah mereka ke sungai atau dengan membakarnya di
sekitar rumah. Dengan demikian, persoalan tentang sampah keluarga juga dialami
masyarakat desa Kebundadap Timur.Penelitian ini ditulis untuk mengetahui
Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah di Desa Kebundadap
Timur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa
Kebundadap Timur yang berjumlah 3.060 orang dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling dengan tingkat eror 10% yang
menghasilkan 97 anggota sebagai responden dalam penelitian ini. Instrumen yang
digunakan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan
aplikasi SPSS versi 24.
Hasil penelitian berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa variabel
perilaku masyarakat secara simultan berpengaruh terhadap pengelolaan sampah
dengan nilai Fhitung 74,319 lebih besar dari Ftabel 2,29 dengan nilai signifikan 0,000
lebih kecil dari 0,10. Berdasarkan hasil uji T menunjukkan bahwa secara parsial,
variabel Perilaku masyarakat (2,410) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pengelolaan sampah dengan Thitung lebih besar dari Ttabel 1,980. Upaya pemerintah
desa dalam pengelolaan sampah yaitu dengan membuat program untuk
pengoperasian TPS yang ada. Pemerintah Desa melakukan pengadaan tempat
pengolahan sampah berasis 3R, yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle.
Kata Kunci: Perilaku Masyarakat, Pengelolaan Sampah