Abstract :
Diera digital sekarang sudah banyak prinsip ? prinsip pendidikan budaya yang
bergeser sehinggah menyebabkan banyak siswa yang tidak mengenali kearifan lokal
daerahnya sendiri, oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang mampu memberikan
pengetahuan keterampilan literasi budaya daerah sendiri agar kearifan lokal agar tetap
terjaga.Pengembangan bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal ini menjadi refrensi
pembelajaran tambahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih
baik.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian R & D ( Reasearch and
Development ) dengan tahap penelitian model Borg and Gallyang telah di modifikasi
oleh Sugiono yang terdiri dari 7 tahapan penelitian karena keterbatasan waktu biaya
dan juga dampak dari pandemic covid-19.
Penelitian ini bertujuan untuk ; (1) Mendeskripsikan pengembangan bahan ajar
tematik berbasis kearifan lokal tema 8 subtema 2 kelas IV SD di Sumenep. (2)
mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan bahan ajar tematik berbasis
kearifan lokal tema 8 subtema 2 kelas IV SD di Sumenep. Subjek penelitian ini
adalah kelas IV Sekolah Dasar.Instrumen pada penelitian ini berupa instrumen
validasi produk dan respon siswa, adapun skala analisis data yang digunakan yaitu
skala likert dan skala guttman .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengembangan bahan ajar berbasis
kearifan lokal layak. Hal ini terbukti dengan hasil validasi produk yang dilakukan
oleh validator desain mendapatkan presentase 97,5%, sedangkan validator materi
mendapatkan 96,8%, kemudian validator bahasa Madura mendapatkan nilai 97,2.
Berdasarkan nilai presentase dari validasi produk maka produk pengembangan
mendapatkan predikat sangat layak .(2) Haail penilaian respon peserta didik terhadap
buku pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal menunjukkan angka dalam
intervalyang sangat baik yaitu76%-100% yang menunjukkan bahwa buku
pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal dapat dinyatakan layak dan sesuai untuk
digunakan sebagai bahan ajar.
Kata Kunci:,Tematik, Kearifan, Lokal.