Abstract :
Minuman herbal merupakan jenis minuman yang bahan bakunya berasal dari
bahan alami seperti rempah-rempah atau bagian dari tanaman yang memiliki
manfaat bagi tubuh. Tanaman obat dan rempah yang biasa dijadikan sebagai
minuman herbal atau tanaman obat adalah jahe, temulawak, dan kunyit. Tujuan
penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh dari
usaha minuman herbal variasi jahe, kunyit, dan temulawak ?KADILA?. (2) Untuk
mengetahui apakah usaha minuman herbal tersebut efisien atau tidak. Penentuan
lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan
bahwa di UD. Bunga Anggrek merupakan satu-satunya usaha yang memproduksi
minuman herbal dengan merk KADILA yang terletak di Desa Kebundadap Barat.
Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan R/C ratio.
Hasil penelitian menujukkan bahwa pendapatan minuman herbal jahe KADILA
sebesar Rp. 529.710 per bulan dengan nilai R/C ratio 1,28, usaha minuman herbal
kunyit sebesar Rp. 100.710 per bulan dengan nilai R/C ratio 1,32 dan pendapatan
usaha minuman herbal temulawak sebesar Rp. 139.710 per bulan dengan nilai
R/C ratio 1,33 artinya usaha tersebut efisien.
Kata kunci : minuman herbal, pendapatan, R/C ratio