Abstract :
Di Desa Tambak Agung Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep telah
dibangun sebuah embung sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bagi
masyarakat. Embung ini dibangun pada tahun 2016. Berdasarkan hasil
pengamatan, saat ini Embung Tambak agung mengalami penurunan air pada saat
musim kemarau tiba. Kondisi ini membuat masyarakat mengalami kesulitan
mendapatkan air. Sehingga penulis memilih Embung Tambak Agung sebagai
subyek penelitian untuk mengetahui sejauh mana kinerja Embung Tambak
Agung.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuantitatif dan jenis
penelitian deskriptif. Pengumpulan data dari instansi atau dinas terkait, studi
literatur, pengamatan dilapangan survei lokasi dan wawancara, teknik analisis
datanya yaitu analisa hidrologi dan analisa evaporasi.
Dari hasil perhitungan diperoleh total kehilangan air (outflow) sebesar
90729,391 m³/tahun, lebih kecil dari ketersediaan air (inflow) sebesar 162748,126
m³/tahun. Debit aliran masuk embung rata-rata berdasarkan R80% yaitu
13562,344 m³, volume yang dibutuhkan 33053,94m³ dan berdasarkan hasil
analisis dan skala nilai pada aspek-aspek maka kinerja Embung Tambak Agung
berada pada kondisi tidak baik dengan nilai 2,41.
Kata kunci : Embung Tambak Agung, Kinerja Embung, Metode Skala Likert