Abstract :
Dusun Palebunan Desa Karang Anyar memiliki permasalahan
terkait limbah rumah tangga yang perlu ditangani secara maksimal. Ada
beberapa titik lokasi yang tercemar akibat pembuangan limbah rumah
tangga. Seperti di RT 08 RW 01, tepatnya di selatan masjid Al-Amin,
oleh masyarakat setempat dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah
rumah tangga. Hal ini menyebabkan, lingkungan menjadi terlihat semakin
kumuh karena sampah yang bertumpukan tidak dikelola. Tumpukan
sampah tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi biang
penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat Timbulnya
masalah ini dapat diminimalisir apabila segera diadakan penanganan yang
serius. Salah satunya adalah dengan melakukan pemetaan terhadap lokasilokasi terkait.
Pada studi ini metode yang dipakai adalah metode deskriptif
kuantitatif dengan menggambarkan suatu objek sesuai dengan pernyataan
yang ada tanpa di lebih lebihkan. Prosedur pengumpulan data
menggunakan data sekunder dan primer yang diperoleh dari lapangan
melalui Observasi, Wawancara dan Kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua rumah masyarakat
Dusun Palebunan Desa Karang Anyar yang mempunyai air bersih
sebanyak 271 rumah. Jumlah rumah yang memiliki kamar mandi
sebanyak 243 rumah dengan persentase 90%, sedangkan yang tidak
memiliki kamar mandi sebanyak 28 rumah dengan persentase 10%.
Jumlah rumah yang memiliki WC dan septic tank sebanyak 177 rumah
dengan persentase 65%, sedangkan yang tidakmempunyai WC dan septic
tank sebanyak 94 rumah dengan persentase 35%. Jumlah rumah yang
tidak memiliki sumur resapan sebanyak 271 rumah. Jumlah rumah yang
memiliki tempat sampah sebanyak 271 rumah.
Kata Kunci : Pemetaan, Sanitasi dan Dampak Limbah Rumah Tangga