DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN GIZI DAN INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 25-59 BULAN DI DESA MURTAJIH TAHUN 2022
Total View This Week0
Institusion
Universitas Wiraraja
Author
Agustina, Selvia
Subject
618.2 Obstetri, Obstetrik, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan 
Datestamp
2023-03-28 03:59:22 
Abstract :
Stunting pada anak merupakan indikator utama dalam menilai kualitas Modal Sumber Daya Manusia di masa mendatang , gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada Awal kehidupan dapat menyebabkan kerusakan yang permanen di masa mendatang, Stunting di Kebupaten Pamekasan Madura masih cukup tinggi .prevelansi stunting tahun 2013 di Kebupaten Pamekasan Tercatat 42,5%.data Prevalansi Stunting diseluruh Kabupaten di jawa Timur Pamekasan menduduki rangking tertinggi no 2 setelah Kebupaten Bangkalan. Usia 24-59 bulan merupakan usia yang dinyatakan sebagai masa kritis dalam rangka mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas periode 2 tahun pertama merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengatahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di desa Murtajih kecematan Pademawu. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 50 orang dan sampel sebanyak 50 orang ibu yang mempunyai responden dengan terdapat 15 (44,5%) responden dengan gizi seimbang dan 35 (55,5%) responden sebagian besar responden (66,6%) . Hasil penelitian: penelitan ini mengalami infeksi sebanyak 50 responden dan 15 (33,4%) tidak mengalami infeksi dengan gizi tidak seimbang responden tidak stunting ,ada hubungan antara hubungan gizi dengan stunting. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa proporsi kejadian stunting pada balita yang cukup asupan gizi lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengkonsumsi kurang protein. Sebesar 20% balita memiliki asupan gizi yang cukup dan sebesar 30% lainnya memiliki konsumsi asupan gizi kurang dari AKG. Penelitian ini menunjukkan analisis kejadian stunting pada balita dari hasil uji Chi Square lebih banyak terjadi pada balita yang pernah mengalami infeksi (ISPA/diare). Kata Kunci : Gizi, Infeksi, Stunting 
Institution Info

Universitas Wiraraja