Abstract :
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru disebabkan
oleh kuman Mycrobacterium Tuberkulosis. Indonesia merupakan negara dengan
pasien TB terbanyak ke-2 di dunia. Dari beberapa pernyataan penderita TB Paru
di Puskesmas Kalianget diketahui bahwa responden tidak mengetahui bagaimana
pencegahan penularan terhadap keluarga sehingga tidak ada perbedaan peralatan
makan di dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan
pengetahuan dan Self Efficacy pasien TB Paru dengan pencegahan penularan TB
Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianget. Metode penelitian ini menggunakan
metode deskriptif analitif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasinya adalah
Pasien yang terdiagnosis TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianget
berjumlah 39 orang yang dikumpulkan secara total sampling. Hasil penelitian
menunjukkan sebagian besar (53.8%) responden mempunyai Self Efficacy yang
tinggi, dan (69.2%) responden mempunyai perilaku pencegahan penularan TB
paru yang baik. Hasil analisa bivariat hubungan pengetahuan dengan pencegahan
penularan p value = 0.002 dan hubungan Self Efficacy dengan pencegahan
penularan p value = 0.035. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan yang bermakna Self Efficacy Pasien TB dengan Pencegahan Penularan
TB Paru. Saran dalam penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan masukan bagi
puskesmas Kalianget agar lebih aktif dalam upaya promosi kesehatan tentang
penyakit TBC dengan mengadakan sosialisasi mengenai pencegahan penularan
TB Paru.
Kata kunci : Efikasi Diri, Pencegahan Penularan TB Paru