Abstract :
Mie merupakan salah satu jenis makanan yang terbuat dari tepung terigu sebagai
bahan baku utama. Pembuatan mie di Indonesia pada industri pengolahan masih
mengandalkan tepung terigu impor. Untuk menghindari ketergantungan pada
produk impor, maka perlu adanya pengembangan dari bahan pangan lokal seperti
umbi garut (Marantha arundinacea L.) dan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan
dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik sensoris (warna,
aroma, rasa, tekstur, kekenyalan), (2) untuk mengetahui karakteristik kimia (kadar
air, kadar serat, kadar antioksidan), dan (3) untuk mengetahui tingkat kesukaan
panelis terhadap mie umbi garut (Maranta arundinacea L.) dengan penambahan
tepung daun kelor (Moringa oleifera). Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan, tiga
ulangan, sehingga menjadi sembilan unit percobaan. Perlakuan yang digunakan
adalah variasi penambahan tepung daun kelor 1%, 2%, dan 4%. Pengujian
dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan uji sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur,
kekenyalan) berupa uji afektif (affective test) dengan metode uji hedonik, uji
kimiawi berupa kadar air (b/b), kadar serat (b/b), kadar antioksidan (b/b). Analisis
organoleptik dengan menggunakan K-independent samples (Kruskall-wallis),
analisis kadar air dan kadar serat dilakukan dengan menggunakan metode
gravimetric, dan analisis antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptik mie kering yang paling disukai
adalah perlakuan S2 (98% : 2%), sehinga dilakukan analisis kimia yang mana S2
memiliki kadar air 8,43%, kadar serat kasar 11,81%, dan kadar antioksidan 64,57
ppm.
Kata Kunci: Mie kering, umbi garut, daun kelor, pangan fungsional.