Abstract :
Jalan raya Tanjung merupakan jalan penghubung yang menghubungkan dua
Kecamatan yaitu Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Bluto. Apabila wisatawan
datang dari Pamekasan dapat mengambil rute dari Desa Lobuk untuk ke
pelabuhan Tanjung. Sistem transportasi jalan disana merupakan sarana penggerak
aktifitas masyarakat dalam masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pada
pertambahan volume lalu lintas dari tahun ketahun akan menyebabkan
bertambahnya tekanan yang diterima oleh jalan itu sendiri, akibatnya semakin
berat beban yang diterima maka akan semakin besar peluang kerusakan yang akan
terjadi. Dengan adanya perencanaan tebal lapis tambah perkerasan jalan
diharapkan dalam pelaksanaan pembangunan jalan dapat menjadi solusi yang
tepat.
Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan yang
terjadi di jalan Saronggi ? Bluto (No.272) kecamatan Saronggi kabupaten
Sumenep dengan menggunakan metode AASHTO. Untuk mengetahui tingkat
kekuatan terhadap daya dukung tanah(DDT) (CBR) dengan menggunakan alat
DCP Sebagimana pengumpulan. Data yang akan diperoleh menjadi acuan
terhadap perencanaan tebal lapis tambah perkerasan. Maka dengan adanya
perbaikan di jalan Saronggi ? Bluto, para pengendara dan pengguna jalan lainnya
dapat merasakan kenyamanan. Proses pengumpulan data dengan cara melakukan
survey lokasi atau peninjauan langsung ke lapangan untuk mengetahui lalu lintas
harian rata ? rata (LHR) selama 6 hari, pengambilan sampel diambil per 50 meter,
melakukan pengambilan data CBR menggunakan alat DCP pengambilan datanya
per 200 meter, serta kondisi jalan di lapangan.
Dari hasil dari data surve lapang yaitu (LHR) TRUCK 17,MP 667, PICK-UP
496 direncanakan pertumbuhan LHR selama 5 tahun didapat 196,667 smp/hari
(CBR) 1,35 (DDT) 2,2 dan data analisa kerusan yang diambil per 50 meter
dengan mengunakan metode (AASHTO) diperoleh nilai rata-rata kerusakan yaitu
58,08 termasuk dalam kategori (Baik). Data diatas menjadi acuan terhadap
perencanaan tebal lapis tambah menggunakan metode AASHTO, didapat hasil
perencanaan tebal lapis tambah (overlay) yang direncanakan sebesar (6cm).
Kata Kunci : Perencanaan jalan, Analisa, Lapis Tambah (Overlay)