Abstract :
Pada tahun 2021 Bupati Sumenep mengeluarkan kebijakan yaitu
Peraturan Bupati Sumenep Nomor 44 tahun 2021 tentang Sisitem Informasi Desa
Data Integrasi Desa Berdaya (DIGDAYA) untuk menjadikan Kabupaten
Sumenep salah satu kota cerdas yang mampu menjadikan Desa menjadi cerdas
dan terintegrasi. Kebijakan tersebut lebih ke dimensi smart governance, dengan
malalui sebuah website Data Integrasi Desa Berdaya (DIGDAYA) yang di
implementasikan di seluruh Desa di Kabupaten Sumenep. Salah satu Desa yang
diharapkan mampu untuk mengimplementasikan smart governance adalah Desa
Pinggirpapas serta Desa Pinggirpapas merupakan Desa yang memiliki jumlah
penduduk yang cukup besar. Namun terdapat masalah, yakni kondisi masyarakat
Desa Pinggirpapas yang berbeda dengan daerah lain. Desa Pinggirpapas
memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak namun masyarakat Desa
Pinggirpapas memiliki tingkat pendidikan yang minim dan pekerjaan yang
kurang baik. Serta tingkat pemahaman terhadap teknologi informasi yang kurang
baik. Dari permasalah tersebut menumbuhkan sebuah pertanyaan bagaimana
analisis implementasi kebijakan smart governance dalam mewujudkan data
terintegrasi Desa di Kabupaten sumenep, yang bertujuan untuk mengetahui
analisis implementasi kebijakan smart governance dalam mewujudkan data
terintegrasi Desa di Desa Pinggirpapas. Permasalahan dalam penelitian dianalisis
dengan menggunakan teori analisis implementasi menurut Donald Van Meter &
Carl Van Horn (Duadji, 2017), dengan menggunakan metode penelitian
kualitatif. Dihasilkan bahwa, informasi terkait smart governance belum
tersampikan ke masyarakat dan belum ada pengembangan yang dilakukan,
Namun sudah memiliki sumber daya yang cukup baik meskipun kuliatas SDM
masih kurang, serta respon dan komitmen para pelaksana di Desa Pinggirpapas
cukup bagus untuk mendukung implementasi smart governance. Akan tetapi,
komunikasi, pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa
Pinggirpapas kurang baik dan maksimal. Keahlian para pelaksana kurang baik
dan kontrol yang dilakukan oleh Kepala Desa Pinggirpapas masih kurang
maksimal. Serta masyarakat tidak terlibat dalam implementasi smart governance
di Desa pinggirpapas, berbagai pemetaan terkait pengintegrasian data Desa dan
program smart governance masih kurang maksimal.
Kata kunci: Smart village, Smart governance, Teknologi informasi dan
komunikasi, Integrasi data Desa.