Abstract :
Pertanian adalah bidang penting yang memainkan peran penting dalam
pembangunan moneter dan ketahanan pangan di suatu negara. Namun dalam
jangka panjang, lahan hortikultura semakin rusak karena transformasi lahan,
dimana lahan pedesaan yang berguna terus dikurangi menjadi lahan nonpertanian. Lahan pertanian semakin berkurang secara bertahap, sementara
pemenuhan kebutuhan pangan yang dihasilkan oleh pembangunan di pedesaan
semakin meningkat. Hal ini mendesak sektor hortikultura untuk mengatasi
hambatan tersebut dengan memperluas penggunaan sistem budidaya lahan
terbatas. Sistem budidaya lahan terbatas yang saat ini dilakukan adalah dengan
memanfaatkan teknologi pengembangan tanaman secara hidroponik.
Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui faktor internal dan
eksternal HID_S community di Kabupaten Sumenep, (2)Untuk mengetahui
metodologi kemajuan agribisnis sayuran hidroponik di HID_S community.
Penelitian ini menggunakan prosedur pengujian mendalam dari populasi 5
perusahaan, maka yang diambil sebagai pengujian adalah 5 perusahaan yang
tergabung dalam HID'S community hidroponik sumenep.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayuran hidroponik ini berada pada
daerah I (Strategi Agresif). Situasi pada daerah I ini merupakan situasi yang
sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan
sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan
dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif
(Growth Oriented Strategy). Strategi agresif ini lebih fokus kepada SO (StrengthOpportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan
peluang yang ada.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan Agribisnis Hidroponik Sayuran Selada