Institusion
Universitas Wiraraja
Author
Khotijah, Siti
Subject
618.2 Obstetri, Obstetrik, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan
Datestamp
2024-02-29 07:43:56
Abstract :
Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lipat lebih besar untuk menderita anemia
dibandingkan dengan remaja putra. Anemia merupakan kondisi berkurangnya sel
darah merah (eritrosit) termasuk kandungan hemoglobin (Hb) di dalam sirkulasi
darah manusia yang dapat disebabkan oleh asupan makanan yang tidak memadai,
meningkatnya kebutuhan fisiologis untuk pertumbuhan dan kehilangan zat besi
selama siklus menstruasi. Riskesdas menunjukkan prevalensi kejadian anemia pada
remaja di Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui studi kuantitatif hubungan konsumsi
Junkfood dengan terjadinya Anemia di SMA Sayyid.
Metode Penelitian menggunakan design penelitian korelasi dengan menggunakan
pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 59 remaja putri anemia dan
didapatkan sampel sebanyak 42 remaja anemia menggunakan teknik Purposive
Sampling dan uji Chi Square.
Hasil Penelitian remaja putri di SMA Sayyid Yusuf hampir setengahnya
mengkonsumsi junk food dan sebagian besar mengalami anemia hal ini karena
banyak faktor yang memicu remaja mengkonsumsi Junk Food salah satunya usia
remaja di middle odolescent sehingga memengaruhi daya tangkap untuk menyerap
informasi yang tepat terkait nutrisi untuk remaja dan dampak konsumsi junk food.
Uji chi square didapatkan P Value 0,007 dimana p value < 0,05.
Kesimpulan ada hubungan konsumsi junk food dengan anemia pada remaja putri di
SMA Sayyid Yusuf.
Kata kunci: Remaja putri, Junk Food, Anemia