Abstract :
Ulkus diabetikum merupakan kerusakan yang terjadi sebagian (Partial
Thickness) atau keseluruhan (Full Thickness) pada daerah kulit yang meluas ke
jaringan bawah kulit, tendon, otot, tulang atau persendian yang terjadi pada
seseorang yang menderita penyakit Diabetes Melitus (DM), oleh sebab itu untuk
meminimalisir adanya infeksi diperlukan adanya komitmen dan Self Efficacy
dalam melakukan rawat luka.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik, populasi dalam
penelitian ini adalah pasien yang mengalami luka ulkus diabeticum dengan jumlah
sampel 31 oang, dengan menggunakan tehnik total sampling atau pupulasi.
Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner dimana hasil peneliyian
disajikan dalam bentuk table, gambar dan narasi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 14 orang (45%) mempunyai
self efficacy baik, 7 orang (23%) mempunyai self efficacy cukup, dan self efficacy
kurang sebanyak 10 orang (32%). Sedangkan pada kategori komitmen 15 orang
(48%) mempunyai komitmen baik, 7 orang (23%) mempunyai komitmen cukup,
dan 9 orang (29%) pada kategori kurang. Dan pada kategori kepatuhan 22 orang
(71%) patuh dalam melakukan rawat luka ulkus diabeticum, 9 orang (29%) tidak
patuh dalam melakukan rawat luka ulkus diabeticum.
Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara
komitmen dan self efficacy dengan kepatuhan rawat luka pada pasien dengan luka
ulkus diabeticum. Oleh karena itu pemberian penyuluhan dan konsultasi oleh
tenaga kesehatan harus benar ?benar di jalankan agar pasien tetap mempunyai
pendirian yang kuat untuk merawat luka.
Kata Kunci : komitmen, self efficacy, kepatuhan.