Institusion
Universitas Wiraraja
Author
Aisyah, Siti Nor
Subject
618.2 Obstetri, Obstetrik, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan
Datestamp
2024-03-15 03:52:36
Abstract :
Pendahuluan: Perdarahan karena atoni uteri pada ibu hamil merupakan
kondisi serius yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah kelahiran dan jarak kehamilan
dengan kejadian perdarahan karena atonia uteri pada ibu bersalin di Wilayah
Kerja Puskesmas Waru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian
dengan desain analitik korelasional. Populasi sebanyak 119 orang dengan teknik
simpel random sampling yaitu dengan cara diacak sehingga sampel diperoleh
menjadi 91 orang. Alat ukur instrumen menggunakan kuesioner. Hasil
Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan hampir seluruhnya dengan jumlah 2-4
kelahiran (multipara) sebanyak 76 orang (83,5%), sebagian besar jarak kehamilan
>2 tahun sebanyak 60 orang (65,9%), sebagian besar tidak atonia uteri sebanyak
65 orang (71,4%). Hasil uji regresi logstik didapatkan p value 0,038 (<0,05)
artinya, secara simultan ada hubungan jumlah kelahiran dan jarak kehamilan
dengan perdarahan karena atonia uteri pada ibu bersalin di Puskesmas Waru
Kabupaten Pamekasan. Pembahasan: Ibu yang memiliki jumlah kelahiran yang
tinggi cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan karena atonia
uteri. Selain itu, jarak kehamilan yang terlalu pendek juga dapat menjadi faktor
risiko yang berkontribusi pada kasus perdarahan tersebut. Program pemantauan
rutin dan pendidikan kesehatan maternal dapat membantu ibu memahami
pentingnya menjaga jarak kehamilan yang sehat. Kesimpulan: Ada Hubungan
jumlah kelahiran dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan karena Atonia
Uteri pada ibu bersalin di Puskesmas Waru.
Kata kunci : jumlah kelahiran, jarak kehamilan, perdarahan atonia uteri