Abstract :
Pendahuluan: perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam
struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat
diramalkan, sebagai hasil dari proses kematangan. Tujuan penelitian: untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan stimulasi dan lingkungan pengasuhan
terhadap perkembangan bayi umur 6-9 bulan di Wilayah Kerja Polindes Bulangan
Haji Kecamatan Pegantenan. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik
dengan rancangan cross sectional. Populasinya sebanyak 35orang tua yang
mempunyai bayi usia 6-9 Bulan dan sampelnya sebagian bayi sebanyak 32
responden. Tehnik sampel yang digunakan yaitu dispropotional stratified random
sampling. Data didapatkan dari kuesioner. Analisis data menggunakan uji fiser?s
excart. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar (53,1%) bayi tidak
pernah diberikan stimulasi, berdasarkan lingkungan pengasuhan sebagian besar
(59,4%) bayi tidak mendapatkan pelayanan, dan sebagian besar (62,5%)
perkembangan bayi meragukan. Dari hasil uji statistik stimulasi (p = 0,004 < ? =
0,05) dan lingkungan pengasuhan menunjukkan (p = 0,000 < ? = 0,05) sehingga
HO ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan stimulasi dan lingkungan
pengasuhan dengan perkembangan bayi umur 6-9 bulan di Wilayah Kerja
Polindes Bulangan Haji Kecamatan Pegantenan. Pembahasan: Bayi yang
perkembangannya meragukan diharapkan dapat ditangani dengan baik dan
diharapkan adanya penyuluhan kepada orang tua pada saat posyandu tentang
pentingnya stimulasi dan pentingnya bagi orang tua untuk melakukan deteksi dini
supaya bisa mengetahui kelainan-kelainan pada perkembangan anak sejak dini.
Kesimpulan: Ada Hubungan simulasi dan lingkungan pengasuhan dengan
perkembangan bayi usia 6-9 Bulan di Polindes Bulangan Haji
Kata Kunci : Stimulasi, Lingkungan Pengasuhan, Perkembangan