Abstract :
Pendahuluan: Paparan panas yang berlebihan khususnya pada daerah tropis yang
pada dasarnya selalu di sinari oleh matahari dapat menyebabkan gangguan
kesehatan antara lain heat stroke. Heat stroke adalah penyebab teratas ketiga
kematian di antara atlet ditandai dengan peningkatan suhu tubuh inti diatas 40°C.
Pasien dengan heat stroke harus distabilisasikan di ruangan yang dingin. Metode:
Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif. Metodologi penelitian
kualitatif melibatkan penggambaran dan analisis perilaku individu dan kelompok
dari perspektif mereka yang sedang dipelajari. Hasil: Didapatkan 3 anggota
militer yang belum mengetahui apa itu heat stroke, menurut anggota militer heat
stroke adalah pingsan dan mereka tidak mengetahui secara pasti bagaimana cara
penanganan awal heat stroke yang benar. sedangkan perilaku anggota militer saat
melakukan pertolongan pertama yaitu dengan memerintahkan bawahan dan
membawanya ke faskes terdekat. Sedangkan sebagian besar anggota militer setuju
bahwa suhu dingin dapat meringankan gejala heat stroke. Pembahasan:
pengetahuan anggota militer terhadap penanganan awal heat stroke termasuk
dalam kategori cukup karena hal tersebut menunjukan sebagian besar anggota
militer sudah mulai sadar tentang pentingnya melakukan penanganan awal heat
stroke akan tetapi ada bebarapa anggota militer yang kurang memahami
bagaimana cara melakukan penanganan awal heat stroke yang baik dan benar.
Siapapun yang terpapar suhu lingkungan yang tinggi berisiko terkena serangan
panas, namun populasi tertentu memiliki risiko yang relative lebih tinggi untuk
mengalami dampak kesehatan yang merugikan. Kesimpulan: Dari 2 tema
tersebut persepsi dan perilaku yang berpengaruh terhadap penanganan awal heat
stroke di tandai dengan anggota militer memiliki pengetahuan yang baik untuk
melakukan penanganan awal yang tepat.
Kata Kunci: Persepsi, Perilaku, Penanganan awal Heat Stroke