Abstract :
Persepsi pengobatan pasien hipertensi merupakan faktor penting, karena
hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu
dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung
pada kematian. Masalah lama menderita hipertensi ini menjadi faktor
ketidaktepatan yang umum dijumpai dalam pengobatan penyakit kronis yang
memerlukan pengobatan jangka panjang seperti hipertensi (Mangendai, 2017).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara
dan koesioner. Populasi penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang
berkunjung di UPT Puskesmas Proppo pada bulan januari 2023. Sampel
penelitian 10 orang dengan rincian sebanyak 5 partispan sebagai pasien dan 5
partisipan dari keluarga pasien yang tinggal dalam satu rumah. Pengumpulan data
menggunakan wawancara koesioner langsung pada partispan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengobatan hipertensi oleh
partispan masih kurang tepat, karena hampir seluruhya partispan dan keluarga
masih mengangap pengobatan hipertensi dilakukan jika terdapat keluhan, dan
tidak melakukan pengobatan rutin
Untuk kesempurnaan penelitian ini, diharapkan peneliti selanjutnya dapat
meneliti faktor lain yang mendukung terhadap persepsi pengobatan penderita
hipertensi, sehingga dapat meningkatkan capaian keberhasilan program
pengobatan hipertensi.
Kata Kunci : Persepsi, Ketepatan Pengobatan Rutin Hipertensi