Abstract :
Di Indonesia, partisipasi politik yang dapat diwujudkan oleh rakyat adalah melalui
pemilihan umum selanjutnya disebut pemilu dan partai politik sebagai wadahnya. Partai
politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok Warga Negara
Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan
dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara, serta memelihara
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Masalah partisipasi politik yang sering
muncul yaitu seperti seorang pemilih pemula bingung menentukan pilihan, ketidaktahuan
mereka terhadap pemilu atau pilkada, ketidaktahuan mereka terhadap partai politik, visi misi
partai politik, calon Bupati dan Wakilnya, visi misi calon Bupati dan Wakilnya. Hal-hal
semacam itu yang dapat membuat seorang pemilih pemula melakukan golput atau tidak
menggunakan hak suaranya pada saat pemilihan.
Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah ingin
mengetahui partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilihan kepalah daerah di Kabupaten
Sumenep Tahun 2015 di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analisis.penelitian ini dilaksanakan di kecamatan dungkek kabupaten
sumenep.subyek penelitian ini adalah remaja yang berusia 17-21 tahun saat terselenggaranya
pemilihan kepala daerah di kabupaten sumenep tahun 2015.teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah wawancara,observasi,dan dokumentasi.teknis analisis data dalam
penelitian ini adalah reduksi data,penyajian data,dan penariakan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan masyarakat Dungkek merupakan masyarakat
yang terbuka khususnya dalam masalah politik, dan terkait dengan kondisi internal pemilih
pemula yang merasa terpanggil untuk menjadi agen perubahan bidang politik yang lebih baik,
dan dibarengi dengan kondisi eksternal lingkungan sekitar yang mendukung. Karakteristik
sosial berkenaan dengan watak masyarakat kecamatan Dungkek yang terbuka dan bebas
dalam berpartisipasi secara politik. Pendidikan politik berhubungan dengan aktivitas belajar
pemilih pemula dalam memahami politik, baik secara formal maupun tidak formal.
Kata Kunci: partisipasi politik pemilih pemulah