Abstract :
Gaya kepemimpinan diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan
dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan
perilaku para anggota organisasi/bawahannya. Kualitas pemimpin menentukan
keberhasilan lembaga atau organisasinya. Gaya kepemimpinan kharismatik
merupakan gaya kepemimpinan yang berhubungan dengan kemampuan luar biasa
untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhdap dirinya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gaya kepemimpinan
kharismatik dalam peningkatan kedisiplinan pegawai di Dinas Pertanian
Kabupaten Sumenep berdasarkan atas 6 (enam) indikator dalam gaya
kepemimpinan kharismatik yaitu pengikut-pengikutnya meyakini kebenarannya
dalam cara memimpin, pengikutnya menerima gaya kepemimpinan tanpa
bertanya, pengikutnya memiliki kasih sayang kepada pemimpinnya, kesadaran
untuk mematuhi perintah pimpinannya, dalam mewujudkan misi organisasi
melibatkan pengikutnya secara emosional, dipercayai pengikutnya bahwa dengan
gaya kepemimpinannya akan mampu mewujudkan misi organisasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data yang digunakan
terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil lokasi
di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kharismatik
yang dilakukan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep telah
berjalan efektif dengan memperhatikan dan menerapkan 6 (enam) indikator gaya
kepemimpinan kharismatik. Indikator dalam gaya kepemimpinan kharismatik
Dinas Pertanian dijadikan sebagai pedoman dan acuan pemimpin dalam program
peningkatan disiplin pegawai Dinas Pertanian Sumenep. 1) Para staf di Dinas
Pertanian Tanaman Pangan Sumenep meyakini kebenaran cara memimpin yang
digunakan pimpinannya 2) Para staf Dinas selalu menerima gaya kepemimpinan
yang diterapkan tanpa bertanya. 3) Rasa kasih sayang seluruh staf kepada
pimpinannya, menyebabkan para staf bekerja tanpa merasa tertekan dan
menikmati setiap melaksanakan tugasnya. 4) Seluruh staf memiliki rasa kesadran
untuk mematuhi pimpinannya. 5) Dalam mewujudkan misi organisasi selalu
melibatkan para staf secara emosioanl. 6) Seluruh karyawan/ staf percaya bahwa
gaya kepemimpinan yang digunakan oleh pimpinannya dapat mewujudkan misi
dalam meningkatkan disiplin pegawai.