Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya mobil angkutan umum
yang parkir diluar terminal, memulai dan mengakhiri perjalanannya diluar
terminal yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. padahal pada dasarnya
terminal merupakan tempat memulai dan mengakhirinya mobil angkutan umum,
dan menurut peraturan menteri perhubungan No. PM 132 tahun 2015 pasal 1 ayat
2, terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk
mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang atau
barang, serta perpindahan moda angkutan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja Pengelola UPT
Terminal Bangkal dalam Penertiban Mobil Angkutan Umum di Kabupaten
Sumenep, sehingga program yang diselenggarakan Oleh Dinas Perhubungan
Kabupaten Sumenep dapat diketahui ketercapaiannya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh sub terminal Bangkal dalam
penertiban mobil angkutan umum yang ada diluar terminal bangkal baik yang
berbentuk struktural dan non struktural tersebut diharapkan seluruh supir angkutan
umum agar mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Daerah.
adapun PERDA kabupaten Sumenep Nomor 6 tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada bab XI tentang Pengguna
Terminal Pasal 51 dijelaskan bahwa Setiap kendaraan bermotor angkutan umum
yang mencantumkan kabupaten didalam izin trayeknya diwajibkan memasuki
terminal yang telah ditetapkan dan setiap kendaraan bermotor angkutan umum
yang memasuki terminal, harus mentaati tata tertib terminal yang telah ditetapkan.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan
dokumentasi.
Dari hasil Penelitian, analisis, dan pembahasan yang telah disampaikan,
maka dapat disimpulkan bahwa SubTerminal Bangkal sebagai terminal yang
bertipe C yang belum mamadai dalam melaksakan tugasnya secara optimal. Hal
ini ditandai dengan terbengkalainya sebagian besar tugas yang diberikan dan
hanya terfokus pada upaya penarikan retribusi saja. Masih ditemukannya sebagian
besar angkutan umum yang parkir dipinggir jalan menunjukkan kurangnya
petugas dalam memberikan arahan yang baik pada sopir angkutan umum. Kurang
optimalnya petugas dalam menjalankan tugasnya dapat dilihat dari berbagai
indikator antara lain : Memiliki pengetahuan, Memiliki keterampilan, Memiliki
kemampuan, dan Karakteristik kepribadian. Maka dari itu apabila ke empat
indikator benar-benar dijalankan dan dilaksanakan dengan baik oleh para pegawai
supaya masyarakat dapat terlayani dengan puas dan membuahkan hasil yang
positif.