Abstract :
Keberadaan pasar yang dikelola oleh Pemerintah Daerah di samping
sebagai salah satu penunjang perekonomian daerah dalam bentuk Pendapatan Asli
Daerah (PAD) juga meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di daerah
tersebut.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberdayaan ekonomi
masyarakat Dengan pembangunan Pasar Bangkal kabupaten Sumenep.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah prasarana dan sarana Pasar Bangkal.
Prasarana pasar meliputi : bangunan toko/kios/los, petak atau lok serta penataan
toko/kios/los.. Sedangkan sarana pasar meliputi : kantor pengelola, areal parkir,
tempat pembuangan sampah sementara, air bersih, sanitasi/drainase, tempat
ibadah, toilet umum dan pos keamanan. Sumber data terdiri dari data primer
diperoleh dari hasil wawancara, data sekunder diperoleh dari referensi yang
relevan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara,
observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif
kualitatif.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa prasarana yang ada di Pasar Bangkal
semuanya dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah toko
di Pasar Bangkal sebanyak 124, kios 125 dan 8 bangunan untuk los. Dengan
Sarana dan Prasarana yang ada cukup terlihat adanya peningkatan ekonmi
masyarakat khususnya para pedagang penghuni kios-kios dimaksud begitu juga
masyarakat pengguna merasakan adanya kemudahan-kemudahan akses , sebagai
bentuk pemberdayaan. Kekurangan prasarana di Pasar Bangkal yaitu tidak adanya
kantor khusus pengelola. Sedangkan sarana yang ada cukup lengkap, yaitu ada
jaringan air bersih, jaringan sanitasi, tempat ibadah dan tempat pembuangan
sampah yang berfungsi dengan baik. Namun kekurangannya yaitu tidak ada lahan
parkir khusus dan tidak memliki pos keamanan. Kesimpulan dalam penelitian ini
adalah prasarana di Pasar Bangkal dalam kondisi baik, sedangkan sarana yang ada
cukup lengkap. Kekurangan dari prasarana tidak ada kantor khusus pengelola,
sedangkan kekurangan dalam kategori sarana yaitu tidak adanya lahan khusus
parkir.
Kata Kunci : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pembangunan, Pasar
Tradisional