Abstract :
Secara umum pembengunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan
produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan industri dalam negri,
meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan, memperluas kesempatak kerja,
dan mendorong pemerataan kesempatan dalam berusaha. Salah satunya adalah
UD. Putra Mandala yang memproduksi kecap yang bahan bakunya berasal dari
sektor pertanian, kecap merupakan barang konsumen (consumer goods) apabila
ditinjau dari cara pemanfaatanya, dimana masing-masing merk produk mampu
menberikan keunggulan. Akan tetapi hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan
suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk saja, tetapi sangat
ditetntukan oleh kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi mengenai
kebutuhan dan keibginan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin pemasaran, share
biaya, share keuntungan pada setiap saluran pemasaran kecap cap ikan terbang,
dan untuk mengetahui efisiensi kecap ikan terbang di Desa Mandala Kecamatan
Gapura Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Mandala
Kecamatan Gapuran dengan tujuan tertentu. Alasan dan pertimbangan pemilihan
lokasi tersebut adalah sudah lama berdiri atau salah satu industri kecap yang
letaknya di pedesaan dan berani bersaing dengan produk-produk ternama lainnya
yang skala usahanya lebih besar.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua saluran pemasaran yaitu saluran
satu (pengecer-konsumen), saluran dua (pedagang besar-pengecer-konsumen).
Pada saluran pemasaran I, diperoleh margin pemasaran Rp 1.954 (85.47%)/botol,
share biaya pemasaran 0% (persen) tidak terdapat biaya pemasaran, maka untuk
share keuntungan yang diperoleh dianggap 100% /botol. Pada saluran pemasaran
II, untuk pedagang besar margin yang diperoleh sebesar Rp 875 (92.92%)/botol,
share biaya pemasaran 0%, dan share keuntungan dianggap 100% karna tidak ada
biaya yang dikeluarkan. Untuk pengecer diperoleh margin sebesar Rp 1.291
(92.00%)/botol, share biaya pemasaran sebesar (33.3%)/botol, dan share
keuntungan sebesar (74.20%)/botol. Dari 2 (dua) saluran pemasaran ini margin
pemasaran terbesar terdapat pada saluran pemasaran 1, sedangkan untuk share
biaya memilik kesamaan antara pengecer pada saluran pemasaran I dan pedagang
besar pada saluran pemasaran II yaitu 0%, dan untuk share keuntungan memiliki
perbedaan. Efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar 85.47%,
kemudian untuk saluran pemasaran II sebesar 84.1%. Dan saluran pemasaran I
lebih efisien.Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pemasaran yang dilakukan oleh
UD. Surya Mandala sudah efisien,