Abstract :
Perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya sudah mulai digunakan
di berbagai sektor. Data atau informasi yang harus memakan waktu berhari-hari
untuk diolah, kini dapat dilakukan dalam hitungan detik dengan perangkat
teknologi yang canggih. Penting bagi suatu organisasi memiliki Sumber Daya
Manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan kecanggihan perangkat tersebut.
Tanpa adanya SDM, sumber daya yang lain tidak bisa dimanfaatkan. Rendahnya
tingkat kualitas SDM menuntut pemerintah agar lebih proaktif dalam
meningkatkannya yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan. Seperti
halnya yang ada di kabupaten Sumenep, terdapat individu yang belum fasih
menggunakan perangkat komputer perlu mengikuti pelatihan yang ada di UPT.
Pelatihan Kerja Sumenep. Akan tetapi apakah pelatihan ini efektif untuk mencetak
SDM yang berkualitas dalam peningkatkan produktivitas tenaga kerja?
Adapun tujuan penelitian ini adalah ?Untuk Mengetahui Efektivitas
Pelatihan Tehnologi Informasi dan Komunikasi Dalam Peningkatkan Produktivitas
Tenaga Kerja di Kabupaten Sumenep?.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu
metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui
wawancara mendalam dengan informan, mengumpulkan dokumen atau catatan, dan
pengamatan langsung di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian, terhadap empat efektivitas pelatihan teknologi,
informasi dan komunikasi di UPT. Pelatihan Kerja Sumenep dalam peningkatkan
produktivitas tenaga kerja yaitu pertama, jumlah hasil yang dikeluarkan adalah
seimbang antara output dan input peserta yang mengikuti pelatihan, akan tetapi
peserta tersebut belum diketahui tentang perkembangannya setelah lulus karena
kurangnya komunikasi dan tidak ada tindak lanjut. Kedua, tingkat kepuasan yang
diperoleh yakni peserta telah mendapatkan pelatihan terbaik dengan penggunaan
kurikulum yang sesuai, meski pengetahuan bahasa pada komputer belum digalakkan
bagi yang belum fasih. Ketiga, mengenai produk kreativitas yakni peserta masih
menemui kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja yang memerlukan biaya
tinggi, sehingga mereka hanya mampu mencari kesempatan bergabung dengan
perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan. Keempat, intensitas yang ingin dicapai
yakni alumni telah memiliki bekal pengetahuan dan skill dari pelatihan untuk
diterapkan di dunia kerja agar mampu bersaing menjadi tenaga kerja yang
profesional dan handal.