Abstract :
Sebagai warga negara Indonesia, kedudukan, hak dan kewajiban dan peran
penyandang cacat adalah sama dengan warga negara lainnya Peningkatan peran
penyandang cacat dalam pembangunan nasional sangat penting untuk mendapatkan
perhatian dan didayagunakan sebagaimana mestinya. Salah satu pendayagunaan
kaum disabilitas dapat dilakukan salah satunya dalam bidang olahraga. Adanya
stigmatisasi dan diskriminasi masyrakat umum terhadap keberadaan kaum disabilitas
(penyandang cacat) membuat mereka selalu dipandang berbeda. Padahal, banyak
diantara kaum difabel yang memiliki kemampuan yang baik, bahkan mampu
berprestasi di berbagai bidang, termasuk salah satunya bidang olahraga. Peran
pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk
maju dan berprestasi. Salah satu langkahnya adalah dengan pemberdayaan olahraga
prestasi bagi atlet disabilitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan Olahraga Prestasi
bagi atlet Disabilitas di Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Fokus penelitian adalah yaitu Pemberdayaan yang dilakukan oleh KOMITE
Olahraga Nasional (KONI) Sumenep Natoinal Parlympic Comitte (NPC) Sumenep
dan DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
Sumenep, dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat mereka melalui olahraga
prestasi dengan strategi pemberdayaan strategi Community Enterprise, mencakup; 1)
Mengembangkan potensi dan kemampuan atlet difabel sesuai dengan pengetahuan
yang telah berkembang dalam masyarakat sehingga dapat merangsang tumbuhnya
kepercayaan, kemandirian dan kerjasama. 2) Membantu mengembangkan teknologi
bagi atlet disabilitas untuk maju dan berkembang. 3)Menciptakan wahana atau sarana
untuk latihan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia dan menumbuh
kembangkan jiwa kemandirian dan swadaya. Bersumber data wawancara, observasi
dan literatur yang berhubungan dengan penelitian. Subyek penelitian adalah Ketua
Koni Sumenep, Ketua dan Pengurus NPC Sumenep, DISBUDPARPORA Sumenep
Serta atlet disabilitas. Analisa data dengan menggunakan model interaktif dengan alur
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian yang diketahui bahwa dalam mengembangkan
potensi dan kemampuan atlet, dalam membantu mengembangkan teknologi, dan
menciptakan wahana sarana latihan terkendala anggaran yang terbatas sehingga
program dan kegiatan pembinaan atlet disabilitas tidak begitu berjalan lancar. Dan
Fasilitas penunjang bagi atlet disabilitas masih sangatlah minim, sedangkan peralatan