Abstract :
Usaha tani tumpangsari adalah suatu bentuk pertanaman
campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu
areal lahan tanam dalam waktu yang hampir bersamaan. Salah satu wilayah yang
mengembangkan usaha tani tumpangsari yaitu Desa Romben-Rana Kecamatan
Dungkek. Varietas tomat di pilih karena di Kecamatan Dungkek sulit menemukan
petani mengusahakannya, dan kacang tanah sebagai bagian dari usaha tani
tumpangsari tersebut karena tanaman kacang tanah mempunyai nilai ekonomis
yang tinggi dan cara perawatannya tidak begitu rumit. Kendala yang dihadapi
petani dalam upaya pengembangan usahanya masih erat kaitannya dengan petani
pedesaan (tradisional), yaitu biaya dan pendapatan petani tunpangsari tomat dan
kacang tanah di Desa Romben-Rana kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep
tidak diketahui dengan jelas. Akibatnya, tingkat efisiensi dari sistem kerja usaha
tani tumpangsari tomat dan kacang tanah tidak diketahui.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kuantitas produksi dan
kelayakan usaha tani tumpangsari tomat dan kacang tanah di Desa Romben-Rana
Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan secara sengaja
(purposive) sebagai daerah sampel di Kecamatan Dungkek. Dan di lanjutkan
dengan metode sensus sebagai alat penentu responden di DesaRomben-Rana. Alat
analisis yang di gunakan yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan
efesiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi yang dihasilkan
oleh petani 2400 Kg/Ha tomatdan 300 Kg/Ha kacang tanah. Dengan nilai R/C
Ratio 2,55/Ha yang berarti setiap Rp 1 yang di kontribusikan petani sebagai
modal akan mendapat keuntungan 2,55 kali lipat.
.
Kata Kunci : Tumpangsari, Tomat, Kacang Tanah, Produksi, R/C Ratio