Abstract :
Resiko investasi di pasar modal pada prinsipnya sangat terkait erat dengan naik
turunnya harga saham yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh informasi. Suatu
informasi yang membawa kabar baik (good news) akan menyebabkan harga saham
naik, dan sebaliknya apabila informasi tersebut buruk (bad news) akan menyebabkan
harga saham turun. Informasi yang dimiliki investor tersebut akan mengakibatkan
naik turunnya volume transaksi harian dan frekuensi transaksinya.
Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah
saham-saham kategori LQ45 periode 2014-2016. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi statistic deskriptif, uji
normalitas dan uji paired sample T-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Abnormal Return pada tanggal 18 November
2014, 19 januari 2015, 30 Maret 2016 tidak terdapat perbedaan Abnormal Return
sebelum dan sesudah pengumuman perubahan harga BBM. Sedangkan pada Trading
Volume Activity pada tanggal 18 November 2014, 19 januari 2015, 30 Maret 2016
terdapat perbedaan Trading Volume Activity sebelum dan sesudah pengumuman
perubahan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kata Kunci: Abnormal Return,Trading Volume Activity dan bahan bakar minyak
(BBM)