Abstract :
Masyarakat pesisir yang sebagian besar merupakan masyarakat nelayan
memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Perbedaan ini
disebabkan karena keterkaitannya yang erat dengan karakterstik ekonomi wilayah
pesisir, latar belakang budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.
Pada umumnya masyarakat pesisir mempunyai nilai budaya yang berorientasi
selaras dengan alam, sehingga teknologi memanfaatkan sumber daya alam adalah
teknologi adaptif dengan kondisi wilayah pesisir. Masyarakat pesisir Desa
Tanjung yang memiliki berbagai permasalahan dengan sumber daya kelautan
yang melimpah dan tidak adanya pengelolahan secara maksimal. Maka diperlukan
adanya strategi dalam pengembangan sumber daya tersebut mengenai masalah
pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola maupun pengembangan potensi
laut yang ada.
Berdasarkan latar belakang permasalahan dan rumusan masalah maka
tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir Desa Tanjung Kecamatan Saronggi (Studi Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Sumenep).
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode yang
diantaranya : 1) Fokus Penelitian 2) Lokasi Penelitian 3) Sumber Data yang
terdiri dari data primer dan data sekunder 4) Instrumen Penelitian 5) subjek
Penelitian 6) Teknik Pengumpulan Data yang terdiri dari teknik wawancara,
teknik observasi, dan dokumentasi 7) Teknik Analisa Data yang terdiri dari
reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan 8)
Keabsahan Data yang meliputi credibility (validitas internal), transferability
(validitas eksternal), dependability (reabilitas), dan confirmability (obyektifitas).
Hasil penelitian tersebut dintaranya : 1) Akses Terhadap Modal. Bentuk
pemberdayaan untuk mengembangkan masyarakat pesisir dapat berupa pelatihanpelatihan dan bantuan modal berupa budidaya rumput laut dan akses permodalan
itu sendiri dapat berupa pinjaman lunak koperasi yang sudah terbentuk. Peran
kami disini memfasilitasi, memverivikasi untuk dapat memperoleh modaluntuk
kelompok nelayan. 2) Akses Terhadap Teknologi. Mengenai bentuk pemberian
akses teknologi disini kami lakukan melalui perbaikan-perbaikan teknologi yang
sudah ada untuk kembali dapat digunakan dan teknologi baru. 3) Akses Terhadap
Pasar. Bentuk pemberdayaan masyarakat pesisir melalui akses terhadap pasar
yaitu melalui pameran-pameran. 4) Pengembangan Aksi Kolektif. Bentuk
pemberdayaan melalui pengembangan aksi kolektif yaitu bentuk koperasi dan
bentuk kelompok nelayan dan juga bentuk kelompok garam.