Abstract :
Kualitas produk lokal yang dihasilkan oleh para pelaku UKM di Kabupaten
Sumenep juga masih perlu ditingkatkan, sebab untuk memasuki pasar dan layak
jual dan berdaya saing tidak cukup hanya mengandalkan produksi secara manual
tanpa sentuhan teknologi lainnya serta pemilihan bahan dalam pembuatannya.
Salah satu produk lokal yang banyak diproduksi ialah Batik yang memiliki
identitas sendiri yang berbeda dengan batik daerah lainya terutama dalam
motifnya. Batik Tulis Sumenep ini mempunyai ciri khas yaitu motif Ayam dan
warna merah yang menjadi ciri khas batik Madura pada umumnya. Sedangkan
untuk bahan pewarnanya terdiri dari 2 macam yaitu: Bahan Pewarna sintesis/kimia
dan bahan pewarna alami seperti dari Mohani akasia daun jati dan lain-lain.
.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui
Pengembangan Kualitas Produk Lokal Guna Menyongsong Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA) di Kabupaten Sumenep (Studi pada Produk Batik Sumenep di Dinas
Koperasi dan UKM Sumenep), sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan
masukan dan sumbangsih pemikiran kepada Pemerintah Daerah khususnya Dinas
Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang
memfokuskan pada : 1) Produksi dan pengolahan, 2) Pemasaran, 3) Sumberdaya
Manusia, dan 4) Teknologi. Lokasi dalam penelitian ini berlokasi di Dinas
Koperasi dan UKM Sumenep. Analisis data bersifat analisis kualitatif.
Kesimpulan yang dapat diambil, yaitu: Produksi, Dinas Koperasi dan
UKM Sumenep telah banyak menggulirkan program yang dapat menopang
kualitas produk batik melalui sektor produksi. Hal ini ditandai dengan program
nyata, diantaranya pelatihan teknik produksi, pelatihan design batik, lomba design
batik, dan studi banding. Pemasaran, UKM di Kabupaten Sumenep termasuk
UKM yang memproduksi batik masih kesulitan dalam akses pemasarannya. Dinas
Koperasi dan UKM telah banyak membantu dan menopang pasar produk batik
Sumenep yang dihasilkan UKM-UKM batik. Beberapa program yang digulirkan,
yakni pameran, Klinik Koperasi dan UKM Sumenep, Penitipan produk di centro
produk UKM Jatim, dan memanfaatan kolega dan rekanan. Sumber daya
Manusia, Pada aspek ini juga telah dilakukan, hal ini dapat dilihat dari programprogram yang telah dilaksanakan seperti pelatihan, pendampingan, dan study tour
sebagai upaya peningkatan SDM pelaku UKM Batik, Teknologi, Dinas Koperasi
dan UKM Sumenep sebenarnya telah banyak menggulirkan program bantuan
teknologi dan peralatan. Hanya saja, terkadang masih banyak pelaku UKM Batik
Sumenep ini belum siap untuk berubah. Artinya, proses produksi yang dilakukan
masih dengan cara-cara sederhana yang dipersepsi lebih menghasilkan produk
batik yang berkualitas