Abstract :
ABSTRAK
Latar belakang : Resistensi antibiotik masih menjadi permasalahan global
terutama di Indonesia. WHO mencatat sampai tahun 2014 jumlah kematian akibat
resistensi antibiotik adalah sebanyak 700.000 jiwa per tahun dan diperkirakan
pada tahun 2050 dapat mencapai 10 juta jiwa per tahun. Pengetahuan dalam
menggunakan antibiotik yang tepat merupakan peran penting dalam keberhasilan
proses pengobatan. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan tentang bijak menggunakan antibiotik melalui media
sosial dalam bentuk video edukasi.
Metode : Penelitian dilakukan di Karang Taruna Tunjung Mekar Sari
menggunakan quasi experiment design dengan rancangan penelitian one group
pretest and posttest design dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang
digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 59 orang.
Analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil : Tingkat pengetahuan responden pada saat pretest rata-rata adalah sedang
(2,29) sedangkan tingkat pengetahuan responden saat posttest rata-rata adalah
tinggi (2,93) Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemaparan video edukasi terhadap peningkatan
pengetahuan anggota Karang Taruna Tunjung Mekar Sari.
Saran : Pemaparan video edukasi bijak menggunakan antibiotik sebaiknya
dilakukan kepada masyarakat yang lebih luas sehingga dapat menambah
pengetahuan masyarakat tentang bijak menggunakan antibiotik.
Kata Kunci : antibiotik, resistensi antibiotik, video edukasi