Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ganna, Titania
Putri Luhurningtyas, Fania
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 01:43:57
Abstract :
Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai
dengan hiperglikemia dan kelainan pada metabolisme protein,lemak dan
karbohidrat. Menurut IDF, pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke
tujuh di dunia dengan jumlah 10,3 juta penderita DM. Salah satu tanaman herbal
yang dapat digunakan sebagai antidiabetes yaitu daun singalawang (Petiverie
alliacea L.). Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar
glukosa daun Singawalang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi literatur yang dilakukan dengan metode
non-eksperimental mengenai aktivitas penurunan kadar glukosa padadaun
singawalang dengan menggunakan lima jurnal yang terdiri dari 3 jurnal nasional
yang terindeks SINTA dan 2 jurnal internasional yang terindeks SCOPUS.
Hasil: Hasil pengujian secara in vitro dinyatakan dengan nilai persen IC50 dari
kelompok fraksi air yaitu 0,33 mg/mL dan nilai persentase penghambatan ?-
amilase pada ekstrak heksana konsentrasi 100 µg / ML yaitu 98,41 ± 0,75 % pada
uji pati-iodida. Hasil pengujian secara in vivo kandungan senyawa ekstrak etanol
daun Singawalang dan fraksinya dapat menurunkan kadar glukosa yaitu pada
rentang dosis 80 mg/kg BB hingga 360 mg/kg BB. Aktivitas penurunan kadar
glukosa singawalang diduga karena mengandung metabolit sekunder yaitu
senyawa thiosulfinates, sulfine, benzaldehyde, benzyl 2-hydroxyethyl trisulphide,
coumarin isoarborinol, isoarborinol acetate, isoarborinol cinnamate,
isothiocyanates, polifenol, senfol, tanin, dan trithiolaniacine.
Simpulan: Ekstrak etanol senyawa daun singawalang dan fraksinya memiliki
aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa dengan rentang dosis 80 mg/kg BB-
360 mg/kg BB serta nilai IC50 yaitu 0,33 mg/mL serta nilai persentase
penghambatan ?-amilase yaitu 98,41 ± 0,75 %.