Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Yuliyandari, Rizka
Resti Erwiyani, Agitya
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 01:59:07
Abstract :
Latar Belakang : Paparan radikal bebas dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat
dihindari sehingga diperlukan adanya senyawa antioksidan untuk menangkal dampak
buruk radikal bebas. Senyawa fenolik dan flavonoid daun kelor (Moringa oleifera L.)
adalah antioksidan alami yang bermanfaat dalam mencegah kerusakan sel akibat
radikal bebas. Jenis pelarut yang digunakan tanaman kelor seperti ketinggian dapat
memberikan pengaruh terhadap kandungan metabolit yang dihasilkan. Sehingga
pemilihan jenis pelarut yang tepat akan menghasilkan kandungan metabolit yang
optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh jenis pelarut kelor
manakah yang menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi.
Metode : Penelitian non eksperimental dengan mengkaji artikel menggunakan 5 jurnal
utama yang terakreditasi, terdiri dari 3 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional dengan
hasil penelusuran menggunakan kata kunci ?pelarut?, ?fenolik?, ?flavonoid?,
?antioksidan?, ?Moringa olieifera L.?.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi pelarut berpengaruh terhadap hasil
kadar senyawa metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid serta aktivitas
antioksidan dari daun kelor. Nilai % aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor tertinggi
diperoleh dari ekstrak dengan pelarut polar yaitu etanol sebesar 17,6%, dan nilai IC50
22,1818 ppm. Aktivitas antioksidan daun kelor dipengaruhi oleh jenis pelarut,
perbedaan konsentrasi sampel uji, metode ekstraksi, serta lokasi tempat tumbuh
tanaman.
Simpulan : Jenis pelarut berpengaruh terhadap kandungan fenolik, flavonoid, dan
antioksidan ekstrak daun kelor (Moringa olieifera L.). Pelarut polar (etanol) lebih
cocok untuk mengekstraksi senyawa fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan.
Kata Kunci : Moringa olieifera L., fenolik, flavonoid, DPPH.