Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Damayanti, Armiatin
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 02:13:41
Abstract :
Latar Belakang + Tujuan: Infeksi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan
oleh bakteri, virus, fungi dan parasit. Beberapa bakteri penyebab penyakit infeksi
yaitu S.aureus, E.coli dan S.thypi. Daun pepaya merupakan salah satu tanaman
penghasil senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,
fenol, kuinon dan steroid/triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan
penelitian ini untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak daun pepaya
terhadap bakteri E.coli, S.thypi dan S.aureus berdasarkan diameter zona hambat
dengan variasi pelarut ekstraksi
Metode: Metode penelitian ini menggunakan literatur review pada 6 artikel
mengenai potensi ekstrak daun pepaya sebagai antibakteri yang diambil mulai
tahun 2012-2018. Metode uji antibakteri menggunakan difusi sumuran dan difusi
cakram. Analisis datanya dengan membandingkan potensi antibakteri ekstrak
daun pepaya terhadap bakteri E.coli, S.thypi dan S.aureus berdasarkan pelarut dan
diameter zona hambatnya
Hasil: Perolehan sampel menggunakan ekstraksi sokletasi dan maserasi. Senyawa
metabolit sekunder yang dihasilkan yaitu flavonoid, alkaloid, fenol, tanin,
saponin, steroid/triterpenoid, glikosida, terpenoid dan kuinon. Ekstrak etanol daun
pepaya memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri S.aureus dan E.coli
dengan dameter zona hambatnya sebesar 8,20 ? 16,3 mm dan 8,30 ? 15,3 mm
tetapi kurang baik pada bakteri S.thypi 6,9 mm. Ekstrak kloroform daun pepaya
menghasilkan diameter zona hambat yang besar pada E.coli sebesar 13,7 mm.
Simpulan: Ekstrak daun pepaya memiliki potensi sebagai antibakteri dalam
menghambat bakteri E.coli dan S.aureus tetapi kurang baik pada S.thypi. Hasil
literatur review menunjukkan aktivitas antibakteri daun pepaya terbaik diekstraksi
menggunakan pelarut etanol 96% dan kloroform.
Kata kunci : Daun pepaya, antibakteri, Escherichia coli, Salmonella thypi,
Staphylococcus aureus.
Kepustakaan : 74 (2011-2020)