Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang : Bahan pangan yang mengandung kadar air tinggi mudah rusak
sehingga digunakan formalin sebagai pengawet karena murah dan praktis.
Penyalahgunaan formalin dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti diare
hingga kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan dan kadar
formalin pada bahan pangan di dalam lingkup wilayah nasional dan internasional.
Metode : Penelitian ini merupakan studi literatur menggunakan 5 artikel
penelitian, yang terdiri 2 artikel internasional dan 3 artikel nasional dengan jenis
sampel ikan, mie basah, tahu dan usus ayam.
Hasil : Sampel Ikan dari Mumbai dan Bangladesh, mie basah dari pasar
Piyungan, tahu dan mie basah dari universitas YARSI Jakarta, serta usus ayam
dari pasar di kota Garut terbukti mengandung formalin. Kadar formalin yang
didapat yaitu pada ikan kadar terkecil 1,40 ?g/g dan terbesar 7,35 ?g/g, pada
sampel mie basah artikel ketiga didapatkan kadar terkecil 237,510 mg/Kg dan
terbesar 281,500 mg/Kg, serta mie basah artikel keempat kadar terkecil 13,9 mg/L
dan terbesar 408,3 mg/L, pada sampel tahu didapatkan kadar terkecil 13,9 mg/L
dan terbesar 183,3 mg/L dan pada sampel usus ayam didapatkan kadar terkecil
986,0 mg/L dan terbesar 1980,6 mg/L.
Kesimpulan : Bahan pangan berupa ikan, mie basah, tahu dan usus ayam dari
berbagai daerah terbukti mengandung formalin. Kadar formalin terbesar pada tiap
sampel yaitu sampel ikan kachki 7,35 ?g/g dari Machua Bangladesh, sampel mie
basah kode B dari pasar Piyungan 281,500 mg/Kg dan mie basah** dari
Universitas YARSI Jakarta 408,3 mg/L, sampel tahu mentah dari Universitas
YARSI Jakarta 183,3 mg/L, dan sampel usus ayam pedagang 16 dari pasar kota
Garut 1980,6 mg/L.
Kata Kunci : Formalin, Pangan, Kualitatif, Kuantitatif, Spektrofotometri UV?Vis
Kepustak