Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hidayanti, Ika
Susilo, Jatmiko
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 02:36:53
Abstract :
Latar Belakang: Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman
subtropik yang diduga memiliki aktivitas biologis untuk pengobatan tradisional.
Pengobatan tradisional merupakan pengobatan dengan mengacu pada pengalaman
dan keterampilan yang di turunakan dari generasi ke generasi. Seledri
mengandung senyawa diantaranya flavonoid, alkaloid, saponin, tannin. Kajian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat seledri yang memiliki aktivitas biologis
untuk pengobatan tradisional.
Metode: Kajian menggunakan lima artikel yang dipilih berdasarkan kriteria jurnal
Internasional dan jurnal Indonesia terindeks yang merupakan artikel penelitian
dalam kurun waktu 2011 sampai 2021.
Hasil: Ekstrak seledri terbukti memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50
179,10 bpj, dosis 50, 100 dan 200mg/kgBB sebagai antihiperurisemia, konsentrasi
100% sebagai antibakteri Staphylococcus sp., ekstrak etil asetat konsentrasi 4%,
dan ekstrak etanol 3,12% sebagai antibakteri Streptococcus Mutans dan dosis 500
mg/kg BB sebagai antiinflamasi.
Kesimpulan: Seledri memiliki aktivitas biologis diantaranya antioksidan,
antihiperurisemia, antibakteri dan antiinflamasi. Senyawa yang terkandung dalam
seledri diantaranya flavonoid, alkaloid, saponin, tannin.
Kata Kunci: Seledri, Apium graveolens L., Antioksidan, antihiperurisemia,
antibakteri, antiinflamasi.