Abstract :
Latar Belakang: DM masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Pada
tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke tujuh dunia untuk prevalensi
penderita DM tertinggi setelah China, dengan jumlah estimasi sebesar 10 juta.
Adapun jika kadar gula darah tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa
penyakit diantaranya hipertensi , hiperlipidemia, dan DM.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pola terapi dan DRPs pada pasien diabetes
mellitus tipe 2 peserta prolanis di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu tahun
2020.
Metode: Penelitian bersifat desktiptif dengan metode pendekatan secara
retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive Consecutive
Sampling dengan jumlah sampel terdiri dari 11 orang. Analisis data menggunakan
metode PCNE.
Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa yang paling banyak menderita DM
Tipe 2 adalah perempuan sebesar 73%, kemudian dengan umur paling banyak
menderita DM kisaran 56-55 tahun sebesar 73%. Pola obat yang paling banyak
digunakan yaitu DM dengan kombinasi obat berupa metformin dan glimepiride
sebanyak 73% serta pada hipertensi dengan obat tunggal (amlodipin) sebesar
40%. Pola DRPs yang didapat berupa efek obat tidak optimal sebesar 45,45 %
yang disebabkan karena pemilihan obat tidak sesuai dengan guideline dan ada
indikasi yang tidak diterapi sebesar 90,9 % yang disebabkan karena pasien
mengalami dislipidemia namun belum diberikan obat.
Kesimpulan: Pola terapi obat yang paling banyak digunakan yaitu pada DM
dengan kombinasi obat berupa metformin dan glimepiride sebanyak 73%. Pola
DRPs yang didapat terdiri dari efek obat tidak optimal sebesar 45,45 % dan ada
indikasi yang tidak diterapi sebesar 90,9 %.
Saran: Optimalisasi terapi pasien DM dengan pemantauan terapi obat pasien.
Kata kunci: DM, Pola Terapi, DRPs